Mohon Waspada dengan Kasus Yang Menimpa Keluarga Saya
Sekedar share saja. Kejadian ini baru saja menimpa keluarga saya.
Saya diminta tolong untuk mengirimkan uang oleh salah seorang keluarga saya ke nomer rekening ini. Saya paham betul ketidaktahuan keluarga saya akan jaringan, sindikat, atau kelompok penipu online (online scammer) internasional yang menipu korban demi mendapatkan uang dengan mudah. Banyak cara dan metode yang mereka gunakan; dan salah satunya akan saya bahas di sini agar pemilik nomer rekening ini dan/atau orang lain yang membaca tulisan ini dapat semakin berhati-hati dengan media sosial.
Modus penipuan yang digunakan pelaku ini adalah dengan berpura-pura menjadi seorang WN Amerika yang berprofesi sebagai tentara dan saat ini tengah berperang di luar negeri mewakili pasukan perdamaian. Kala itu, pelaku sempat berkenalan dengan salah seorang keluarga saya melalui aplikasi messaging yang cukup populer. Singkat cerita, mereka menjadi akrab dan sering melakukan komunikasi melalui aplikasi tsb hingga suatu ketika pelaku mengatakan bahwa ia akan berkunjung ke Indonesia beberapa bulan mendatang untuk ketemuan dengan si keluarga saya ini--setelah ia menyelesaikan kewajiban sbg tentara yang sedang berperang.
Jujur, keluarga saya ini kurang memahami bahasa Inggris; sehingga komunikasi tentunya dilakukan lebih sering hanya melalui chat, dibanding menggunakan free call atau video call. Saya menduga pelaku sepertinya menggunakan jasa translate eksternal; atau memang disediakan fitur auto-translate dalam aplikasi messaging tsb--saya pun tidak tahu karena saya tidak pakai aplikasinya.
Anehnya, kendati pelaku mengatakan bahwa kedatangannya masih beberapa bulan ke depan; namun ia malah mengirimkan paket berupa pakaian dan perlengkapannya duluan ke Indonesia--melalui perusahaan jasa pengiriman barang. Jadi maksudnya, paketnya dateng duluan, tapi orangnya mah belakangan. Pelaku mengatakan juga bahwa nanti setelah selesai kewajiban militernya, ia akan mampir ke Indonesia dulu, baru pulang ke Amerika; oleh sebab itu barang-barang personalnya dikirimkan duluan ke sini sekalian dititipkan kepada si keluarga saya ini. Ini agak aneh menurut saya, sebab jika pakaian dan perlengkapan orang itu dikirimkan sekarang, dan dia baru akan datang masih berbulan-bulan nanti; lalu dia pakai pakaian apa di sana?
Keanehan selanjutnya, pelaku malah meminta keluarga saya ini untuk menghubungi perusahaan jasa pengiriman barang tsb melalui email untuk mengkonfirmasi apakah barang sudah dikirim atau belum; dibanding mengkonfirmasikan sendiri status pengirimannya. Kilahnya, pengecekan hanya bisa dilakukan via email dan saat ini pelaku tidak bisa mengakses emailnya di wilayah perang.
Alhasil, si keluarga saya ini akhirnya mengemail oknum perusahaan pengiriman ini dengan bantuan Google Translate (tadinya dia minta tolong saya untuk mengemailkan, tapi saya tolak karena ceritanya terlalu mencurigakan). Keluarga saya mendapat respon bahwa paket tsb saat ini sudah berada di Turki dan akan segera dikirimkan ke Indonesia; namun pembayaran pengirimannya harus dilunasi terlebih dahulu yaitu sebesar sekian-sekian euro--yang jika dikonversi ke rupiah adalah sebesar Rp 25.500.000.
Nah, dii sini lah muncul nomer rekening ini.
Dalam email yang diterima keluarga saya, ada kalimat yang menyatakan bahwa pembayaran dapat dilakukan dengan transfer ke bank B*I, dengan nomer rekening ini, dan lengkap dengan nama pemilik rekeningnya. Aneh sekali. Jika memang perusahaan pengiriman barang internasional, lalu kenapa rekeningnya individu, bukan corporate?
Berhubung keluarga saya ini meminta bantuan saya untuk mengurus masalah ini, saya memilih untuk percaya pada dugaan positif saya, bahwa pemilik norek ini diduga merupakan KORBAN scamming (penipuan) juga atau hanya diperalat oleh pelaku untuk menampung dana saya saja. Jadi, sebenarnya Rp 25.500.000 yang saya kirimkan pada beliau (pemilik rekening), akan langsung disalurkan ke pelaku. Beliau tidak tahu kenapa saya mengirimkan uang ke rekeningnya, dan kenapa si pelaku memintanya mengirimkan uang tsb ke penerima yang anonymous (si pelaku); intinya dia cuma perlu nerimain sama transferin duitnya aja.
Kenapa saya menduga bahwa pemilik norek ini adalah korban juga dan bukan merupakan komplotan online scammer luar negeri?
Karena toh tidak mungkin penipu profesional yang--niat/bisa/tahu cara duplikat website luar negeri lengkap dengan membangun software untuk auto-reply email dengan kalimat resmi laiknya perusahaan; menyeleksi dan menggunakan foto profile yang tidak bisa di reverse search oleh Google dan app lain; kemudian melakukan seluruh percakapan dari awal sampai sekarang pakai bahasa Inggris (pelaku tidak bisa bahasa Indonesia) sambil menjaga kerahasiaan identitasnya; memahami celah agar tidak bisa dilacak kemana uangnya setelah dikirimkan--malah ninggalin nomer rekening pribadinya sendiri dengan sadar.
Jadi, saya sih jujur menduga pemilik rekening ini hanya diambil identitasnya dan menjadi korban saja; bukan bagian dari komplotan pelaku. Atau mungkin saja beliau juga di-scam dengan modus ditakut-takuti akan di-"anu"-kan misalnya (bisa penyebaran hal privasi, pengaduan kriminal, atau apapun bentuknya), supaya beliau menuruti apa kata pelaku; termasuk nerima dan ngirim duit.
Jika sampai begitu, saya jadi curiga beliau akan diintimidasi untuk segera melakukan pengiriman dana tsb kepada pelaku melalui jalur pengiriman dana yang khusus dan anonymous, misalnya layanan WU, agar pelaku lepas dari pelacakan dan hilang begitu saja.
Sedangkan bagi beliau sendiri: identitasnya sudah terpampang jelas kepada saya dan keluarga saya, akan dianggap sebagai bagian dari komplotan online scammer, tidak tahu apa-apa mengenai si pelaku karena menggunakan identitas yang anonymous (rahasia atau bahkan palsu), lalu masih berpeluang juga untuk diintimidasi di kemudian hari saat pelaku lagi BU; serta pastinya beliau akan berurusan dengan tanya-jawab pihak berwajib yang cukup merepotkan jika saya membawa masalah ini ke ranah hukum.
Saat ini saya telah melakukan segala hal untuk melacak balik pelaku yang sesungguhnya; namun jika tidak ada koordinasi dengan pemilik norek ini, sepertinya saya tidak bisa melanjutkannya lebih jauh lagi. Selain itu, saya tidak ada niat untuk menuduh atau mencemarkan nama baik pemilik norek. Mohon pihak-pihak yang membaca tulisan ini untuk tidak membelokan intensi saya berbagi pelajaran menjadi hal yang kontoversial dan konspiratif; apalagi sampai memicu keributan. Saya hanya berharap pemilik norek ini bisa membaca tulisan saya agar mengetahui bahwa noreknya telah digunakan pihak yang tidak bertanggungjawab dan agar semua yang membaca dapat lebih mewaspadai penipuan melalui media sosial agar tidak terjadi seperti yang menimpa anggota keluarga saya. Ini penting karena berkaitan dengan aset finansial anda masing-masing. Bayangkan jika uang Rp 25.500.000 anda lenyap begitu saja.
Sekian saja cerita dari saya. Semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua. Terimakasih.